##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Eka Mei Lastuti
Nerys Lourensius L Tarigan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Komite Medik dalam peningkatan mutu pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan deskriptif kualitatif didukung data kuantitatif dari 10 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite Medik berperan penting melalui pelaksanaan kredensial, audit medis, dan pembinaan profesi tenaga medis. Namun, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan waktu, dan belum optimalnya program pembinaan profesi. Kesimpulannya, peran Komite Medik telah berjalan cukup baik namun masih memerlukan optimalisasi melalui penguatan monitoring mutu klinis dan pembinaan tenaga medis secara berkelanjutan.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Lastuti, E. M., & Tarigan, N. L. L. (2026). Analisis Peran Komite Medik dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. ProBisnis : Jurnal Manajemen, 17(03), 1468–1478. Retrieved from https://www.ejournal.joninstitute.org/index.php/ProBisnis/article/view/1542
References
Al-Ghani, M. K. P., & Sundari, S. (2025). Interprofessional collaboration for patient satisfaction in Indonesia. Indonesian Journal of Health Administration, 13(2), 172–181. https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.172-181
Andriani, N. D., Syahputri, R. B., Kusuma, N. N., & Pradnyantara, I. G. A. N. P. (2025). Strategi kebijakan internal dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit: Systematic literature review. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(1), 1–12.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Azwar, A. (2010). Pengantar administrasi kesehatan (3rd ed.). Binarupa Aksara.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Donabedian, A. (2005). Evaluating the quality of medical care. The Milbank Quarterly, 83(4), 691–729. https://doi.org/10.1111/j.1468-0009.2005.00397.x
Hermawan, A., & Amirullah. (2016). Metode penelitian bisnis: Pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Media Nusa Creative.
Hill, J. E., Stephani, A. M., Sapple, P., & Clegg, A. J. (2020). The effectiveness of continuous quality improvement for developing professional practice and improving health care outcomes: A systematic review. Implementation Science, 15, 23. doi: 10.1186/s13012-020-0975-2.
Hussein, M., Pavlova, M., Ghalwash, M., & Groot, W. (2021). The impact of hospital accreditation on the quality of healthcare: A systematic literature review. BMC Health Services Research, 21, 1057. doi: 10.1186/s12913-021-07097-6.
Jalilvand, M. A., Raeisi, A. R., & Shaarbafchizadeh, N. (2024). Hospital governance accountability structure: A scoping review. BMC Health Services Research, 24, 47. doi: 10.1186/s12913-023-10135-0.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 755/MENKES/PER/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 755/MENKES/PER/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). RS Online: Profil RS Umum PKU Muhammadiyah Sruweng.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2022). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1.1. Komisi Akreditasi Rumah Sakit.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). Remaja Rosdakarya.
Muninjaya, A. A. G. (2015). Manajemen mutu pelayanan kesehatan (2nd ed.). EGC.
Purba, O. H., Ginting, R., Sembiring, N. B., & Tarigan, A. P. (2025). The role of the medical committee in improving service quality. Jurnal Kesmas dan Gizi, 7(2), 45–54.
Rahmatia, S., Ahmad, M., Hamzah, H., & Mallongi, A. (2025). Service quality in hospital inpatient care: SERVQUAL model approach. Health SA Gesondheid, 30, 1–9. https://doi.org/10.4102/hsag.v30i0.3055.
RS PKU Muhammadiyah Sruweng. (2026). Profil, visi, misi, dan layanan RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
Sabarguna, B. S. (2008). Sistem informasi manajemen rumah sakit. Konsorsium RSI Jateng-DIY.
Sihotang, S. R., Hartini, M. I., & Jati, S. P. (2020). Pelaksanaan patient safety aspek tujuh langkah berdasarkan peran Komite Medik di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Demak. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 26-30. doi: 10.14710/mkmi.19.1.26-30
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tjiptono, F. (2016). Service, quality, & satisfaction (4th ed.). Penerbit Andi.
Wijono, D. (2011). Manajemen mutu pelayanan kesehatan: Teori, strategi, dan aplikasi. Airlangga University Press.
World Health Organization. (2018). Delivering quality health services: A global imperative for universal health coverage. WHO Press.